Minggu, 01 Januari 2012
2... 0.... 1.... 2....
Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, setiap lembaran bermanfaat. Selamat tahun baru 2012. Semoga lebih sukses.. Semua untuk Alysha... lopyu..
Minggu, 23 Oktober 2011
Titip Ibuku ya Allah
” Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu sudah ibu siapkan di meja…”
Tradisi ini sudah berlangsung 28 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.
Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku sekarang telah menjadi seorang ibu, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
” Ibu sayang… gak usah repot-repot Bu. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.
Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca … orang yang lanjut usia bisa sangat sensitif dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ….. tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,
” Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? ” Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata,
” Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri ”
Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.
Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu
dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu,
Ibu menjawab, “Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,
“Ampuni aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu.
Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan.
Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidurlagi…
Ah, maafin kami Ibu … 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak
pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?
“Nak… bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya sudah Ibu siapkan dimeja.. ”
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu
sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya
lekat-lekat dan kuucapkan,
” Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati,
ijinkan aku membahagiakan Ibu…”Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. ..
Cintaku ini milikmu, Ibu… Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan
aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..
Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat
“aku sayang padamu… “, namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.
Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita … Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.
Wallaahua’lam
“Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakanIbu…, dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan
khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia
sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil ”
Tradisi ini sudah berlangsung 28 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.
Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku sekarang telah menjadi seorang ibu, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
” Ibu sayang… gak usah repot-repot Bu. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.
Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca … orang yang lanjut usia bisa sangat sensitif dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ….. tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,
” Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? ” Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata,
” Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri ”
Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.
Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu
dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu,
Ibu menjawab, “Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,
“Ampuni aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu.
Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan.
Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidurlagi…
Ah, maafin kami Ibu … 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak
pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?
“Nak… bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya sudah Ibu siapkan dimeja.. ”
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu
sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya
lekat-lekat dan kuucapkan,
” Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati,
ijinkan aku membahagiakan Ibu…”Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. ..
Cintaku ini milikmu, Ibu… Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan
aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..
Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat
“aku sayang padamu… “, namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.
Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita … Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.
Wallaahua’lam
“Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakanIbu…, dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan
khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia
sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil ”
Jumat, 30 September 2011
Perpisahan
Seperti takdir sebuah pertemuan, maka perpisahanpun menjadi keharusan. Kalo udah ketemu dengan siapapun apapun bentuknya, maka siap gak siap suatu hari cepat ato lambat kitapun akan perpisah hanya saja caranya beda-beda. Ada yg berpisah untuk ketemu lg, ada pula yg babay selamanya. Mengutip lagunya Megi z (kalo kagak salah) katanya sih 'bukan perpisahan yg kutangisi tapi pertemuan yg ku sesali' suwitt.. suwitt.. ketauan dah saya demen lagu dandutt.. misyuuu fren 13typ... ai lopyu..
Jumat, 23 September 2011
Sebuah nasehat yang indah…
Hendaklah engkau bersama istrimu membangun sebuah kehidupan rumah tangga yang berlandaskan iman dan taqwa, dirikanlah tiang-tiangnya berupa shalatmu, baik yang wajib maupun yang sunnah, dindingilah istana rumah tanggamu dengan beton-beton yang kuat berupa amal-amal shaleh dan silaturahmi-silaturahmimu, pasanglah rusuk-rusuk atapnya berupa puasamu, zakatmu, beserta hajimu kelak, dan semoga akhirnya Allah SWT akan memberikan keteduhan atap berupa rahmat dan ridla-Nya dimana kalian dapat bernaung dengan tentram dan damai bukan saja di dunia ini tetapi juga di akhirat nanti. Semoga rumah tanggamu akan dihangatkan oleh kehadiran dan celoteh anak-anakmu yang shaleh dan shalihah yang akan membahagiakan kita semua. Semoga Allah menganugerahkan-Nya kelak. Amiin Ya Rabbal ‘alamiin. Sekarang dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim, disertai doa Ibu dan Bapak, berlayarlah engkau mengarungi samudera hidup dengan niat yang lurus, iman yang teguh serta hati yang mantap. Namun apabila biduk rumah tanggamu terbentur karang-karang tajam, bila impian-impian indah dihadapkan kepada kenyataan-kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit harapan diguncang gempa cobaan, Ibu dan Bapak ingin agar engkau kuat berpegang pada tali Allah, khusyu’ bersujud mohon petunjuk, teguh tangguh berdampingan, tetap tegar menghadapi segala tantangan hidup. Semoga tercapailah segala yang kau dambakan, selama hal itu akan membawa kepada keselamatan dan kebahagiaan lahir bathin dunia dan akhirat. Amiin Ya Rabbal ‘alamiin.
Kamis, 16 Juni 2011
namaku " Alysha Zahra Rubyanti "
sebuah anugerah terindah ibu bisa memiliki seorang bidadari kecil, bayi yang cantik telah lahir dari rahim ibu. Alhamdulillah… Alhamdulillah dan terus ibu berucap syukur kepadaMu ya Rabb.
Alysha Zahra Rubyanti… itulah nama yang cantik yang kami berikan kepada buah hati kami yang cantik. Nama yang penuh arti dan penuh harapan.
Alysha pemberian nama dari kk salasiah
Zahra yang artinya putih
Rubyanti berasal dari bahasa cina yang artinya permata ibu.
yang pada akhirnya kami ayah dan ibu berharap buah hati kami ini bisa menjadi anak yang cantik ,bercahaya dalam imannya yang bisa memenuhi semua harapan dan tentunya menjadi anak yang brilan / pintar. Amiinnn
Alysha lahir tanggal 16 Juni 2011 lewat operasi ceasar di RS Andhika dengan berat badan 3.2 kg dan panjang badan 49 cm.
semoga ini menjadi awal yang baik. ammmiiinnn. Ayah dan ibu selalu berdoa semoga Alysha menjadi anak yang soleha,banyak rejeki berbakti kepada kedua orangtua dan berguna bagi agama nusa bangsa. ammmiinnn
Alysha Zahra Rubyanti… itulah nama yang cantik yang kami berikan kepada buah hati kami yang cantik. Nama yang penuh arti dan penuh harapan.
Alysha pemberian nama dari kk salasiah
Zahra yang artinya putih
Rubyanti berasal dari bahasa cina yang artinya permata ibu.
yang pada akhirnya kami ayah dan ibu berharap buah hati kami ini bisa menjadi anak yang cantik ,bercahaya dalam imannya yang bisa memenuhi semua harapan dan tentunya menjadi anak yang brilan / pintar. Amiinnn
Alysha lahir tanggal 16 Juni 2011 lewat operasi ceasar di RS Andhika dengan berat badan 3.2 kg dan panjang badan 49 cm.
semoga ini menjadi awal yang baik. ammmiiinnn. Ayah dan ibu selalu berdoa semoga Alysha menjadi anak yang soleha,banyak rejeki berbakti kepada kedua orangtua dan berguna bagi agama nusa bangsa. ammmiinnn
Langganan:
Postingan (Atom)


